Sabtu, 13 Juli 2019

Perjuangan Abah Nono, Si Penjual Karpet di Usia Senjanya

Perjuangan Abah Nono, Si Penjual Karpet di Usia Senjanya

Memiliki pekerjaan tentu saja sangat menyenangkan. Dengan bekerja, tentu saja kamu akan mendapatkan pundi-pundi uang yang bisa dibelanjakan. Uang yang kamu dapatkan itu bisa disisihkan sebagian untuk kebutuhan sehari-hari dan juga untuk hiburan seperti menonton bioskop, belanja pakaian, dan lain sebagainya. Dengan begitu, setiap orang pun akan bekerja keras untuk mendapatkan rupiah sebagai bekal untuk bertahan hidup.

Meskipun usianya sudah tidak lagi muda, semangat Abah Nono tidak kalah dengan semangat anak-anak muda lainnya yang juga berjuang untuk mencari uang. Di usianya yang sudah menginjak kurang lebih 80 tahun, ia masih giat bekerja dengan berjualan aneka karpet. Hal itu tentu saja dilakukan agar tetap bisa bertahan hidup. Semangat seperti inilah yang sudah sepatutnya dicontoh oleh generasi muda dalam berjuang untuk mencari bekal penghidupan. 

Siapa sosok Abah Nono?

Abah Nono merupakan salah satu dari jutaan lansia yang masih bekerja mencari nafkah. Ia tinggal di sekitar Jatinangor, Sumedang. Kegiatan sehari-harinya yaitu berjualan aneka karpet di depan sebuah toserba yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Ia harus memikul beberapa hingga belasan karpet dari rumahnya ke tempat ia berjualan. Hal tersebut memang terlihat sangat berat, namun Abah Nono begitu menikmati pekerjaannya tersebut.

Harga karpet yang dijualnya pun bervariasi. Harga karpet yang kecil dijual kisaran 50 ribu sampai dengan 100 ribu. Sedangkan karpet dengan ukuran sedang dan besar dijual seharga 200 ribu sampai dengan 500 ribu. Tentu saja penghasilan yang didapatkan oleh Abah Nono tidak menentu. Jika penjualan karpetnya sedang ramai, maka penghasilan yang didapatkan pun cukup banyak. Sebaliknya jika penjualan karpet sedang sepi, maka Abah Nono hanya mendapatkan segelintir uang saja.

Setiap harinya, Abah Nono mencari nafkah mulai dari matahari terbit sampai dengan matahari terbenam. Bahkan, jika dagangannya belum ada yang terjual satupun, Abah Nono masih harus menunggu sampai larut malam di depan Toserba tersebut. Apa yang dialami oleh Abah Nono tersebut bukanlah hal yang mudah. Mencari nafkah baginya adalah suatu keharusan, sehingga mau tak mau ia harus tetap sabar dan gigih dalam bekerja. 

Wakaf Asuransi Syariah Allianz

Perjuangan Abah Nono dalam mencari nafkah di usianya yang sudah tidak muda lagi tentu saja layak untuk mendapatkan apresiasi, salah satunya yaitu dengan mendapatkan asuransi wakaf dari Allianz. Asuransi wakaf Allianz dapat memberikan jaminan perlindungan berupa santunan asuransi jiwa dasar, santunan asuransi penyakit kritis, santunan asuransi cacat tetap total, dan santunan asuransi penyakit kritis dan cacat tetap total. 

Selain itu, Asuransi wakaf Allianz juga memiliki fitur-fitur unggulan seperti mendapatkan keberkahan pahala yang terus mengalir selama nilai wakaf dimanfaatkan, keringanan dalam mempersiapkan nilai wakaf melalui setoran kontribusi berkala, penyerahan nilai wakaf yang amanah, dan juga sumbangsih yang bermanfaat untuk sosial dan ekonomi masyarakat bersama. Dengan begitu, fitur unggulan dari Asuransi Wakaf Allianz bisa memberikan manfaat yang cukup besar dan bermanfaat.

Manfaat dan perlindungan dari Wakaf asuransi syariah tentu sangat layak untuk diberikan kepada Abah Nono agar kehidupan di usia senjanya menjadi lebih baik. Mengingat usianya yang sudah menginjak 80 tahun, tidak menutup kemungkinan bahwa Abah Nono sewaktu-waktu bisa terkena penyakit ringan maupun serius. Dengan adanya Asuransi wakaf syariah, maka Abah Nono tidak perlu khawatir lagi akan jaminan kesehatan dan juga jaminan lainnya.

1 komentar:

Posting Komentar